Hubungan antara Gaya dan Iklim Belajar terhadap Minat Siswa pada Pelajaran Agama Buddha SMA di Kalimantan Tengah

Authors

  • Ariani Ariani Institut Nalanda

DOI:

https://doi.org/10.47861/dhammavicaya.v7i2.1650

Keywords:

Learning Style, Learning Climate, Student

Abstract

Students' learning interest in Buddhist Education subjects in Central Kalimantan tends to be low, indicated by the lack of active participation, attention and discipline of students during the learning process. This study aims to empirically examine the relationship between learning styles (X1), learning climate (X2) and simultaneously to learning interest (Y). The research subjects were high school Buddhist students in Central Kalimantan with a sample size of 52 students. This study uses a correlational quantitative approach. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale. Data analysis techniques with descriptive statistics, validity tests, reliability, basic and classical assumption tests followed by hypothesis testing with correlation, coefficient of determination and partial hypothesis with t test. The results of partial hypothesis testing with t test with the first hypothesis at a significance level of 0.05 obtained a value of 0.501 which is greater than 0.05 means reject Ho and there is no positive relationship between learning style (X1) and interest in learning (Y). The second hypothesis at the 0.05 significance level obtained a value of 0.000 which is smaller than 0.05 which means accept Ho and there is a positive relationship between learning climate (X1) and interest in learning (Y). The third hypothesis obtained F count (32.606) > F Table (3.19) so accept Ha which means there is a positive relationship between learning styles (X1) and learning climate (X2) together on interest in learning (Y).

References

Antika, M. (2016). Pengaruh gaya belajar dan iklim sekolah terhadap hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016.

Ardiyanto, R. (2020). Pengaruh iklim belajar dan gaya belajar terhadap kreativitas belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 4 Sekampung Lampung Timur (Disertasi doktoral, IAIN Metro).

Arifin, R. (2022). Pendidikan karakter dalam perspektif agama Buddha. Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra, 12(1), 95-102.

Arnie, F. (2017). Portofolio dalam pembelajaran IPS. PT Remaja Rosdakarya.

Ascarya Academia. (2023). Analisis statistik deskriptif: Mengungkap kelebihan dan kekurangannya dalam menganalisis data. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://ascarya.or.id/analisis-statistik-deskriptif/.

Azman, Z. (2020). Pengelolaan kelas dalam pembelajaran. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 2(2), 51-64.

Bhikkhu Bodhi (Trans.). (2000). Khotbah Sang Buddha yang berhubungan: Sebuah terjemahan dari Samyutta Nikaya. Publikasi Kebijaksanaan.

Bhikkhu Thanissaro. (2013). Iddhipada-vibhanga Sutta: Analisis dasar-dasar kekuatan (SN 51.20). Akses ke Insight (Edisi BCBS). Diakses pada 30 November 2013, dari http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn51/sn51.020.than.html.

Chania, Y., Haviz, M., & Sasmita, D. (2016). Hubungan gaya belajar dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas X SMAN 2 Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Journal of Sainstek, 8(1), 77-84.

DePorter, B., Hernacki, M., & Abdurrahman, A. (1999). Quantum learning: Membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Kaifa.

Dewi, R. (2021). Minat belajar dan kompetensi mahasiswa dalam penerapan praktik kebidanan. Penerbit NEM.

Direktorat Sekolah Menengah Pertama. (2022). Kenali 9 aspek dalam survei lingkungan belajar ANBK. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://ditsmp.kemdikbud.go.id/kenali-9-aspek-dalam-survei-lingkungan-belajar-anbk/.

E-ujian. (2023). Lingkungan belajar: Pengertian, manfaat, dan cara menciptakannya. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://e-ujian.id/lingkungan-belajar-pengertian-manfaat-dan-cara-menciptakannya/.

Fathani, A. H. (2022). Memahami keragaman gaya belajar pebelajar. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://fathani.com/2022/06/06/memahami-keragaman-gaya-belajar-pebelajar/.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariete dengan program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hadiyanto, & Subiyanto. (2013). Pengembalian kebebasan guru untuk mengkreasikan iklim belajar kelas dalam manajemen berbasis sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 40.

Hadiyanto. (2016). Teori dan pengembangan iklim kelas dan iklim sekolah. Kencana.

Hamzah, B. U. (2008). Orientasi baru dalam psikologi pembelajaran. PT Bumi Aksara.

Hardani, A. N. H. A., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Haviz, M. (2020). Hubungan gaya belajar dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas X SMAN 2 Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar.

Hecker, H. (1979). Riwayat hidup Maha Moggalana (Upa. S. S. Hansen, Trans.). Insight Widyasena Production.

Hidayat, N., Sutrisno, S., & Permatasari, T. (2023). Transformasi Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda menjadi Institut Agama Buddha Nalanda: Tinjauan studi kelayakan dalam konteks sosial budaya. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 4174–4189. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5331

Husna, R., Buwono, S., & Matsum, J. H. (2013). Pengaruh iklim kelas dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi pada SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Katulistiwa, 2(9).

Siregar, E., & Nara, H. (2010). Teori belajar dan pembelajaran. Ghalia Indonesia.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor yang mempengaruhi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sugianto. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi: Antara manfaat dan tantangannya. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://bgpsumsel.kemdikbud.go.id/pembelajaran-berdiferensiasi-antara-manfaat-dan-tantangannya/

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. ke-19). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi, A. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sunarti. (2016). Meningkatkan kreativitas belajar siswa dengan menggunakan metode karyawisata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan menulis karangan bebas kelas III SDN 2 Metro Barat Kota Metro. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 159–168.

Suryana, D. (2021). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Susilo, M. J. (2006). Gaya belajar menjadikan makin pintar. Yogyakarta: Pinus Book.

Suzana, Y., & Jayanto, I. (2021). Teori belajar & pembelajaran. Batu: Literasi Nusantara.

Tarihoran, H. N. (2017). Pengembangan kurikulum. Banten: Laquen Press.

Tarmidi. (2011). Iklim belajar kelas dan prestasi belajar (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara.

Thitakumaro, W. (2010). Sutta Pitaka Khuddaka Nikaya: Dhammpada Atthakatha. Medan: Indonesia Tripitaka Center.

Tululi, I. (2022). Pengertian pembelajaran berdiferensiasi. Diakses pada 2 Oktober 2023, dari https://www.imrantululi.net/berita/detail/pengertian-pembelajaran-berdiferensiasi

Usmadi. (2020). Pengujian persyaratan analisis (uji homogenitas dan uji normalitas). Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(1), 50–62.

Utami, I. S., & Atiah, R. (2017). Pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4(1), 15–21.

Wahyuningsari, D., Mujiwati, Y., Hilmiyah, L., Kusumawardani, F., & Sari, I. P. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam rangka mewujudkan merdeka belajar. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(4), 529–535.

Wardani, M., Widiyono, & Sukodoyo. (2021). Minat siswa Majjhima Sekha mengikuti kegiatan sekolah minggu Buddha di Vihara Dhamma Putra. Jurnal Pencerahan, 14(1).

Waryani. (2020). Dinamika kinerja guru dan gaya belajar: Konsep dan implementasi terhadap prestasi belajar. Jakarta: CV Adanu Abimata.

Widiasworo, E. (2018). Cerdas pengelolaan kelas. Yogyakarta: Diva Press.

Widoyoko, E. P. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian (Cet. ke-3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiedarti, P. (2018). Pentingnya memahami gaya belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wigati, Y. (2018). Pengaruh gaya belajar dan iklim kelas terhadap prestasi belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Gamping, Sleman, Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018. Risalah, 5(4).

Yuliastini, L. I., Wiyasa, I. K. N., & Manuaba, I. S. (2020). Kontribusi gaya belajar dan motivasi berprestasi terhadap kompetensi pengetahuan IPA. Mimbar Ilmu, 25(1), 11–19.

Yuswinardianto, F., Indriani, D. E., & Novitasari, A. T. (2021). Efektivitas strategi pengelompokan gaya belajar visual, auditori, kinestetik terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di UPTD SMPN 2 Burneh Kabupaten Bangkalan. Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya, 5(2), 509–515.

Downloads

Published

2024-01-30

How to Cite

Ariani Ariani. (2024). Hubungan antara Gaya dan Iklim Belajar terhadap Minat Siswa pada Pelajaran Agama Buddha SMA di Kalimantan Tengah. Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma, 7(2), 92–107. https://doi.org/10.47861/dhammavicaya.v7i2.1650

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.