YouTube sebagai Arena Komunikasi Agama Kontemporer: Studi Wacana Hubungan Buddha–Islam dalam Channel Jeda Nulis

Authors

  • Aditya Kurniawan Nasution Universitas Pancasila

Keywords:

Komunikasi Agama Digital, Dialog Lintas Iman, YouTube, Buddha - Islam, Analisis Wacana

Abstract

Penelitian ini mengkaji YouTube sebagai arena komunikasi agama kontemporer melalui analisis wacana dialog Buddha - Islam yang ditampilkan dalam channel Jeda Nulis. Fokus penelitian diarahkan pada dialog antara Bhante Dhira dan Habib Husein Ja’far untuk memahami bagaimana relasi lintas iman dikonstruksi dalam ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana terhadap transkrip dialog sebagai data utama serta komentar publik YouTube sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan teologis dikomunikasikan sebagai objek pengetahuan, bukan sebagai sumber konflik. Dialog menekankan nilai etis bersama seperti welas asih serta menggunakan strategi komunikasi non-polemik dan analogi lintas iman. Komentar audiens menunjukkan bahwa dialog dimaknai sebagai ruang pembelajaran lintas iman yang tenang dan reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa YouTube memfasilitasi negosiasi makna agama secara dialogis dan inklusif, serta berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi agama digital di Indonesia.

 

References

Afriyani, N., & Fadliana, N. (2024). Analisis wacana komunikasi keagamaan di media digital. Jurnal Komunikasi dan Media, 4(4), 172–194.

Campbell, H. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.

Campbell, H. (2020). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. New York: Routledge.

Choiri, M. (2023). Dialog lintas iman dalam ruang publik digital: Perspektif komunikasi. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17(2), 171–186.

Couldry, N. (2012). Media, society, world: Social theory and digital media practice. Cambridge: Polity Press.

Dutton, W. H. (2009). The fifth estate: Democratic social accountability through the emerging network of networks. Oxford: Oxford University Press.

Habermas, J. (1964). The public sphere: An encyclopedia article. New German Critique, 3, 49–55.

Haiva Satriana. (2022). Representasi agama Buddha dalam wacana media Indonesia. Jurnal Studi Buddhis, 5(1), 45–60.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.

Kusumawati, N. (2023). Agama minoritas dan representasi simbolik di ruang publik. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 165–180.

Lee, F. L. F., & Chan, J. M. (2016). Digital media activities and mode of participation in a protest campaign. Information, Communication & Society, 19(1), 4–22.

Mursyid, A. (2022). Dialog lintas agama dan etika komunikasi di Indonesia. Jurnal Harmoni Sosial, 10(1), 89–104.

Papacharissi, Z. (2015). Affective publics: Sentiment, technology, and politics. Oxford: Oxford University Press.

Peace in Islam and Buddhism. (2021). Perspectives from the Qur’an and the Tripitaka. Bangkok: Buddhist–Islamic Dialogue Center.

Putri, D. R. (2025). Komunikasi agama digital dan negosiasi makna di media sosial. Jurnal Komunikasi Kontemporer, 7(2), 117–134.

Rahmadhani, D. (2024). Audiens, pemaknaan, dan wacana keagamaan di media digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(1), 55–70.

Sha, Z. (2023). The digital age of religious communication. Journal of Media and Religion, 22(3), 123–138.

Tracy, K. (2001). Discourse analysis in communication. Washington, DC: Georgetown University Press.

Wodak, R., & Meyer, M. (2009). Methods of critical discourse analysis. London: Sage.

Youth Interfaith Dialogue. (2022). Youth interfaith dialogue in everyday citizenship in Indonesia. Journal of Interreligious Studies, 14(2), 159–168.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Nasution, A. K. (2026). YouTube sebagai Arena Komunikasi Agama Kontemporer: Studi Wacana Hubungan Buddha–Islam dalam Channel Jeda Nulis. Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma, 9(2), 95–107. Retrieved from https://e-journal.nalanda.ac.id/index.php/dv/article/view/2068

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.